Sejarah Indische Partij, Partai Politik Pertama Di Indonesia
Uncategorized

Sejarah Indische Partij, Partai Politik Pertama Di Indonesia

Keberadaan partai politik di Indonesia salah satunya bermanfaat sebagai sarana penghimpun aspirasi masyarakat dalam merumuskan kebijakan negara. Partai politik Indonesia juga befungsi sebagai sarana partisipasi politik masyarakat Indonesia. Di Indonesia sendiri, partai politik tumbuh dan berkembang seiring dengan perjalanan politik di dalam negeri. Nah, tahukah kamu bahwa partai politik pertama di Indonesia bernama Indische Partij? Yuk kita cari tahu lebih lanjut sejarah partai politik di Indonesia dan bagaimana Indische Partij dapat terbentuk.

Lahirnya Partai Politik Pertama di Indonesia

Partai politik merupakan organisasi yang bergerak pada bidang politik. Dibentuk oleh sekelompok orang yang memiliki tujuan dan kepentingan bersama. Keberadaan partai politik sudah dapat dilihat dari masa penjajahan hingga masa reformasi. Berikut sejarah singkat bagaimana Indische Partij, partai politik pertama di Indonesis dibentuk.

Di Bandung, terdapat organisasi Indische Bond yang berdiri tahun 1899 dan organisasi Insulinde yang berdiri tahun 1907. Keduanya bertujuan untuk meningkatkan derajat orang Indonesia dalam bidang sosial ekonomi dan mempererat kerjasama dengan Belanda tanpa memisahkan diri dari negara Induk. Hal ini tentu saja bertolak belakang dengan pidato Douwes Dekker “Aansluiting tussen blank en bruin” (Gabungan kulit putih dengan kulit sawo), Dekker membangkitkan semangat kaum Indo untuk memberontak dan melepaskan diri dari pemerintah kolonial.

Pidatonya tersebut mempengaruhi anggota Indische Bond sehingga terbentuk Panitia Tujuh yang bertugas mempersiapkan pembentukan organisasi baru. Tanggal 6 September 1912, Panitia Tujuh melakukan suatu rapat di bawah pimpinan Dekker di Bandung dan hasilnya terbentuk perhimpunan baru bernama Indische Partij.

Dekker bersama tiga tokoh penting Indische Partij, kemudian bergerak mengunjungi kota-kota seperti Yogyakarta, Surabaya, Malang, Cirebon untuk rapat yang dihadiri oleh berbagai perhimpunan, serta mendirikan cabang Partai. Akibat memiliki kesamaan nilai politik dengan Dekker, maka Cipto Mangunkusumo ikut bergabung bersama 70 orang lainnya. Sedangkan Suwardi bergabung karena Dekker kagum dengan tulisan-tulisannya di De Express dan Oetoesan Hindia.

Pidato Dekker di vergadering kemudian menarik banyak massa. Dekker mengatakan bahwa berdirinya Indische Partij merupakan perlawanan, dan merupakan titik terang melawan kejahatan kolonial Belanda. Akibatnya dalam waktu 4 bulan Indische Partij memiliki 25 cabang, dengan total jumlah anggota hampir 20.000 orang.

Setelah propaganda, akhirnya pada tanggal 25 Desember 1912 diterapkan anggaran dasar dan pengurus partai. Pendiri partai tersebut adalah tiga serangkai, yaitu Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi), RM Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), dan Tjipto Mangunkusumo. Tiga serangkai tersebut menulis kritikan keras terhadap pemerintah kolonial Belanda melalui De Express.

  • Tulisan Onze Helden: Tjipto Mangoenkoesoemo en Soewardi Soerjaningrat (pahlawan kita: Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat) dibuat oleh Douwes Dekker.
  • Tulisan Kracht of Vrees? yang berarti “Kekuatan atau Ketakutan?” dibuat oleh Tjipto Mangunkusumo.
  • Tulisan Als ik eens nederlander Was atau “Andai aku seorang Belanda” dibuat oleh Suwardi Suryaningrat.

Akibat tulisan kritikan Belanda yang ditulis oleh Tiga Serangkai, mereka ditangkap dan diasingkan ke Belanda. Akibatnya kegiatan Indische Partij mengalami penurunan. Karena telah ditetapkan sebagai organisasi terlarang, maka pemimpin partai yaitu Dekker membubarkan Indische Partij pada 31 Maret 1913. Meskipun Indische Partij dibubarkan, Dekker berpesan bahwa para anggotanya pindah ke dalam perkumpulan Insulinde yang sudah diakui oleh pemerintah, dengan tetap menjunjung jiwa Indische Partij.

Itu tadi penjelasan mengenai sejarah singkat partai politik pertama di Indonesia yaitu Indische Partij. Sungguh panjang memang sejarah bagaimana terbentuknya partai politik indonesia pertama hingga saat ini. Untuk mengetahui mengenai lebih dalam mengenai politik cerdas berintegritas serta sikap antikorupsi, kamu bisa mengunjungi situs ACLC KPK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *