Memasuki Waktu Pensiun, Pahami Syarat dan Ketentuan Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan
Uncategorized

Memasuki Waktu Pensiun, Pahami Syarat dan Ketentuan Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

Tahukah Anda bahwa BPJS Ketenagakerjaan dapat dicarikan? Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan tergolong mudah asalkan Anda tahu syarat dan ketentuan. Bahkan, pencairan ini dapat dilakukan secara online maupun offline.

Bagi para pekerja, BPJS Ketenagakerjaan merupakan bentuk perlindungan sosial ekonomi. Di mana setiap bulannya, iuran BPJS Ketenagakerjaan dipotong dari gaji yang Anda terima. Selain Jaminan Hari Tua, ada sejumlah manfaat yang dapat Anda rasakan melalui program ini. Artikel kali ini akan membahas manfaat, syarat, dan cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan.

Memasuki Waktu Pensiun, Pahami Syarat dan Ketentuan Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

Syarat dan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Bagi Pekerja

Dilansir dari Telkomsel.com, ada beberapa perlindungan yang jadi manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan, di antaranya adalah:

  • Jaminan Hari Tua (JHT)

Jaminan Hari Tua (JHT) adalah salah satu manfaat yang bisa diterima peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam bentuk uang tunai. JHT dapat dicairkan ketika pekerja berusia 56 tahun, menderita cacat total yang bersifat permanen, ataupun terjadinya kematian.

Besarnya dana Jaminan Hari Tua yang akan diterima pekerja adalah sebesar 5,7 persen. Manfaat ini memberikan jaminan ekonomi bagi pekerja yang terdaftar setelah tidak bekerja lagi.

  • Jaminan Kecelakaan Kerja

Manfaat yang kedua adalah Jaminan Kecelakaan Kerja. Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja selama dalam perjalanan menuju tempat kerja, berada di lingkungan tempat kerja, ataupun perjalanan dinas, akan mendapatkan jaminan sampai pengobatan kecelakaan sembuh. Selama masa penyembuhan pun pekerja akan mendapatkan santunan upah meskipun tidak masuk kerja.

  • Jaminan Kematian

Jaminan kematian akan diberikan kepada ahli waris yang pekerjanya telah meninggal dunia. Jaminan yang diberikan sebesar Rp 12 juta dalam kurun waktu 24 bulan, biaya beasiswa untuk dua orang anak dari ahli waris, dan santunan untuk biaya makam sebesar Rp 10 juta. Manfaat BPJS Ketenagakerjaan ini hanya berlaku untuk kematian yang bukan disebabkan oleh kecelakaan.

  • Jaminan Pensiun

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan ini hanya dapat dirasakan oleh pekerja yang telah mengikuti program BPJS selama 15 tahun saat memasuki usia pensiun. Jaminan ini diberikan dalam bentuk uang tunai, baik untuk istri atau suami dari pekerja jika yang bersangkutan telah meninggal dunia.

  • Jaminan Kehilangan Pekerjaan

Jaminan kehilangan pekerjaan berlaku untuk karyawan yang mengalami PHK. Tujuan dari jaminan kehilangan pekerjaan adalah untuk memberikan penghidupan yang lebih layak bagi pekerja yang bersangkutan.

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

Dilansir dari Cermati, cara pencairan BPJS Ketenagakerjaan sangatlah mudah. Anda dapat mengajukan secara offline melalui kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, pengajuan bisa dilakukan secara online melalui website resmi BPJS Ketenagakerjaan atau Lapak Asik.

Untuk mencairkan BPJS Ketenagakerjaan ada sejumlah dokumen yang diperlukan, seperti KTP, KK, Kartu kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan, hingga surat keterangan dari kantor tempat Anda bekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *