Jangan Sampai Salah, Begini Cara Baca Hasil Tekanan Darah Pada Tensimeter Digital
Kesehatan

Jangan Sampai Salah, Begini Cara Baca Hasil Tekanan Darah Pada Tensimeter Digital

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Hypertension, alat tensimeter digital menawarkan sejumlah keunggulan. Di antaranya pemeriksaan lebih cepat, akurasi tinggi, dan mudah digunakan. Meski demikian, Anda harus mengetahui cara membaca yang tepat saat hasilnya muncul di layar untuk mencegah kesalahan diagnosis.

Sebelum pengecekan, seseorang diminta menjauhi olahraga, minuman berkafein, dan alkohol. Kemudian, tubuh harus dalam posisi duduk dengan punggung tegak lurus. Pastikan juga ukuran manset pas di lengan untuk meningkatkan tingkat akurasi pada hasilnya.

Adapun cara membaca tensimeter digital sesuai tingkat tekanan darah adalah:

  • Tensi darah normal

American Heart Association (AHA) mengungkapkan, tensi darah normal berada di kisaran angka sistolik dan diastolik di bawah 120/80 mmHg sampai di atas 90/60 mmHg. Jika hasil tekanan darah berada di atas atau di bawah level normal, Anda disarankan berkonsultasi dengan dokter.

Kalaupun hasilnya berada di kisaran normal, jangan cepat terlena. Maksimalkan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi. Cukupkan juga waktu istirahat dan pilih olahraga yang akan menjaga tensi darah supaya tidak mendadak melonjak.

  • Tensi meningkat (pre-hipertensi)

Seseorang yang mengalami pre-hipertensi mempunyai hasil pengukuran tensi di kisaran 120-139 mmHG (sistolik) dan 80-89 mmHg (diastolik). Kondisi ini memang belum sepenuhnya menunjukkan bahwa Anda mengalami hipertensi, tetapi bukan juga dapat diabaikan.

Saat pengukuran pada tensimeter memperlihatkan hasil pre-hipertensi, segera periksakan diri ke dokter. Lakukan pemeriksaan ulang untuk mendapatkan diagnosis lebih pasti. Biasanya Anda belum akan diminta mengonsumsi obat, hanya saja harus menjaga asupan makan dan aktivitas.

  • Tensi tinggi (hipertensi)

Seseorang yang memiliki hipertensi biasanya mempunyai tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih. Perawatan dan pengobatan dari dokter dibutuhkan untuk mengembalikan tensi. Tindakan medis ini pun akan menjauhkan Anda dari penyakit-penyakit yang muncul akibat tingginya tekanan darah.

Beberapa penyakit yang umum muncul akibat hipertensi adalah diabetes, stroke, hingga serangan jantung. Namun, seperti yang diterangkan dalam poin-poin sebelumnya, menjaga pola makan, gaya hidup, serta pemeriksaan kesehatan rutin dinilai dapat menekan risikonya.

  • Krisis hipertensi

Pada kasus yang lebih parah, seseorang dapat mengalami krisis hipertensi dengan tekanan darah mencapai 180/120 mmHg bahkan lebih. Tensi ini pun menunjukkan adalah gangguan kesehatan yang serius. Artinya, Anda harus pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat.

Sayangnya, beberapa orang baru mengambil tindakan medis saat mengalami sejumlah gejala. Di antaranya sesak napas, sesak dada, pusing, urine berdarah, hingga kelumpuhan wajah. Sementara kenyataannya, kondisi ini dapat terjadi tanpa menunjukkan tanda-tanda unik.

Dengan mengetahui cara membaca hasil pengukuran tekanan darah, Anda bukan hanya mudah kondisi kesehatan. Saat terjadi lonjakan yang mencurigakan, Anda bisa memeriksakan diri ke dokter atau mengonsumsi obat-obatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *